RSS

Catatan Perjalanan Haji dari Inggris

19 Oct
Catatan Perjalanan Haji dari Inggris

 

 

 

 

 

Tulisan ini berisi pengalaman saya ketika menunaikan ibadah haji dari UK pada tanggal 23 Agustus – 14 September 2017, mulai dari persiapan keberangkatan hingga kembali lagi ke UK. Karena banyak teman-teman yang juga tertarik untuk berangkat haji dari UK, maka saya tuliskan pengalaman saya dengan harapan bisa dijadikan bekal untuk persiapan haji tahun berikutnya. Karena saya menggunakan travel Manchester Hajj, maka cerita saya lebih me-review service dari Manchester Hajj. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Jika ada pertanyaan silakan ditulis di kolom komentar. InsyaAllah jika ada informasi yang belum tertulis akan saya tambahkan.

0. Timeline

  • Sebelum Ramadan: Memilih travel
  • Ramadan – Dzulqa’dah: Pendaftaran dan pengumpulan berkas
  • Dzulhijjah: Haji & Umrah.

1. Membulatkan niat untuk menunaikan ibadah haji

Setiap muslim tentu sangat ingin menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun islam yang kelima. Namun, keinginan ini terkadang terhalang oleh kemampuan baik itu kemampuan financial, kesehatan, waktu, dan kesempatan. Seperti yang kita ketahui antrian berangkat haji dari Indonesia cukup  panjang. Namun, barrier yang terakhir ini tidak berlaku di UK. Ketika pertama kali tahu mengenai hal ini dari senior di Sheffield yang berhaji tahun 2016, saya langsung membulatkan tekad untuk mengatasi tiga hambatan yang lain di atas. Ketika sudah membulatkan tekad, saya jadi lebih giat menabung (bekerja) untuk mengatasi hambatan finansial; Menabung jatah cuti tahunan agar bisa dipakai saat berhaji; dan menjaga fisik agar tidak drop saat pergi ke tanah suci.

2. Memilih travel

Tahap selanjutnya setelah kita memantapkan untuk pergi haji tahun ini adalah mulai memilah dan memilih travel mana yang akan digunakan. Berbeda dengan haji di Indonesia yang dikelola oleh Kemenag, di UK jamaah haji diberangkatkan oleh travel agent. Travel agent ini yang akan mengurusi visa, tiket, hotel, dan segala keperluan selama berhaji.

Mencari travel agent bisa dimulai dengan google “hajj package uk”, kemudian akan muncul website-website yang menawarkan paket-paket haji dari UK. Saya sendiri memilih paket yang ditawarkan Manchester hajj (MH) (http://manchesterhajj.co.uk/) karena:

  • Harga terjangkau
  • Hotel dekat dengan masjid al Haram dan Nabawi
  • Non-shifting (Hotel tetap kita sewa ketika berada di Mina)
  • Visa, tiket, Dam haji tamattu’ sudah diurus MH
  • Ziarah ke tempat-tempat bersejarah (Jabal rahmah, Masjid Qiblatain, Masjid Quba, Uhud, dll)
  • Makan 3x sehari (Pakistani food)
  • Banyak kawan Indonesia yang menggunakan MH (32 orang). Biasanya bertemu di sesi haji saat KIBAR gathering atau WA group haji UK
  • Dapat tas (khusus muslimah)
  • Bisa memilih 2, 3, 4 minggu dengan harga yang sama
  • Pembayaran 4x angsuran

Adapun travel lain yang saya temui di dekat tenda di Mina dan arafah adalah

Dalam memilih paket haji tersebut, baiknya diperhatikan lama berada di Makkah dan Madinah. Jika ingin banyak berumrah (tamattu’) pilihlah paket yang tiba di Makkah lebih awal. Jika ingin shalat 40 waktu di masjid Nabawi (Arba’in), pilihlah paket yang setidaknya 8 hari berada di Madinah. Jika hanya ingin menunaikan kewajiban berhaji saja, pilihlah paket yang menitikberatkan pada prosesi haji (8-14 Zulhijjah). Semakin lama durasi paket yang diambil, tentu akan semakin mahal (kecuali MH).

Paket 4 bed sharing yang ditawarkan MH tidak ada perbedaan harga untuk durasi 2, 3, dan 4 minggu. Bagi yang memiliki waktu luang (baru submit disertasi/tesis) cocok mengambil paket ini. Bagi yang tidak bisa mengambil cuti terlalu lama, paket 2 minggu merupakan pilihan yang tepat. Paket 2 dan 3 minggu berangkat dengan pesawat yang sama. Sedangkan paket 3 dan 4 minggu pulang pada hari yang sama. Perbedaan harga hanya terdapat pada jumlah bed per kamar.

3. Pendaftaran dan aplikasi visa

Jika sudah menentukan paket pilihan, langkah selanjutnya adalah mendaftar ke travel agent tersebut. Pendaftaran ini sebaiknya dilakukan secara kolektif agar lebih mudah, bisa berdekatan dengan teman, dan punya bargaining position yang kuat. Informasi teman yang memilih travel yang sama bisa diperoleh dari WA group haji atau kopi darat calon jamaah haji saat KIBAR gathering. Setelah itu, sebaiknya rombongan memilih ketua agar memudahkan komunikasi dengan pihak travel. Untuk MH, sebaiknya pilih ketua yang paling dekat dengan office MH. Selanjutnya ketua rombongan mendata seluruh data rombongan (bisa dengan google sheet); pastikan semua permintaan rombongan tercatat dengan baik (airport berangkat/pulang, pilihan paket,  dll); mengumpulkan kelengkapan visa, dan bukti transfer DP 1, 2, 3, dan 4; kemudian disampaikan kepada brother MH. Ketua rombongan ini merupakan pintu komunikasi antara MH dan rombongan, jika ada dokumen yang belum lengkap biasanya ketua rombongan yanng dihubungi oleh MH. Saya menyerahkan dokumen dan DP 1 pada bulan syawal. Sedangkan beberapa teman ada yang baru memutukan mendaftar menjelang keberangkatan. Hal ini hanya mungkin dilakukan jika kuota masih ada. Kuota MH pada tahun 2017 sebanyak 102 jamaah termasuk dari Indonesia dan British

Adapun berkas untuk visa haji antara lain:

  • 4 copy photo ukuran passport
  • Surat mahram
  • Form visa
  • Fotocopy buku nikah yang dilegalisir
  • Proof of study dari kampus
  • Meningitis certificate (http://mcb.etraveltool.com/finder atau boleh dari Indonesia)
  • Passport
  • Fotocopy BRP

Pastikan ada surat terima yang ditandatangani oleh MH ketika menyerahkan dokumen. Biasanya paspor akan dikembalikan H-7 berangkat.

4. Manasik Haji

Berbeda dengan jamaah haji di Indonesia yang diberi pelatihan manasik haji kurang lebih 13 kali teori dan praktek, MH hanya sekali memberikan pelatihan manasik. Pelatihan manasik ini pun tidak dihadiri oleh jamaah haji Indonesia karena lokasinya jauh, dan mungkin karena perbedaan madzhab. Oleh karena itu, calon jamaah harus aktif belajar manasik baik dari buku, seminar, atau mengadakan manasik bersama rombongan dengan pembimbing (bisa dari jamaah haji tahun sebelumnya).

Berikut ini file-file materi yang saya gunakan untuk belajar manasik:

5. Persiapan keberangkatan

Ada dua hal yang harus dipersiapkan sebelum keberangkatan, yaitu perbekalan dan stamina. Bagi yang memiliki keluarga mungkin ditambahkan perbekalan bagi keluarga yang ditinggalkan. Saya melihat salah satu kawan saya memasak rendang stok dua minggu untuk putranya dan mendatangkan kerabat yang bisa menjaga putranya selama ditinggalkan.

 Perbekalan yang harus disiapkan antara lain:

  • Barang-barang yang dimasukkan koper. (See packing list 1, Packing list 2).
  • Travel insurance (Pilih di sini). Jika koper hilang atau perlu biaya berobat atau pengurusan jenazah.
  • Cash (untuk pelunasan MH, bekal untuk “jajan”). Bisa tukar di money changer  atau tarik tunai di ATM. Saya pribadi memilih tarik tunai di ATM menggunakan Revolut card.
  • Bawaan tas kabin (Dokumen, buku saku, dan Ihram).

Harga barang di Makkah/Madinah relatif lebih murah daripada di Inggris, jadi jika tidak ingin teralu repot packing, bisa membeli barang yang dibutuhkan di Makkah/Madinah. Lauk instan seperti abon, sambal, dll akan sangat membantu jika bosan dengan menu hotel. Jika ingin jajan di luar hotel juga harganya cukup terjangkau (see Alqarat, Grapari).

6. Perjalanan Manchester – Muscat – Jeddah – Makkah

Jamaah MH bisa memilih untuk berangkat dari London atau Manchester. Pada tahun 2017, jamaah MH menggunakan Oman air via Muscat, kecuali untuk jamaah yang mengambil paket 4 minggu menggunakan Lufthansa via Frankfurt. Sepertinya pemilihan maskapai ini tergantung harga tiket. Pada tahun 2016, semua jamaah haji MH menggunakan Lufthansa.

Yang membedakan dengan penerbangan lainnya adalah laki-laki sangat dianjurkan untuk menggunakan pakaian ihram sejak di Manchester. Akan sangat sulit untuk mencari tempat ganti di bandara transit karena banyaknya orang yang menggunakan toilet. Sementara waktu transit sangat singkat.

Sebaiknya ketua rombongan memilih seat terlebih dahulu agar seluruh rombongan duduk bersebelahan. Selain itu, ketika di bandara, sebaiknya antre di check in counter bersamaan agar koper-koper juga tidak tercecer. Untuk memudahkan mengenali koper, sebaiknya diberi stiker/pita yang seragam. Misalnya untuk tahun 2017 koper rombongan ditandai dengan pita union jack.

Berikut ilustrasi menjelang keberangkatan:

IMG_9110IMG_9111IMG_9112

IMG_9113IMG_9121IMG_9123

IMG_9127IMG_9131IMG_9151

 

IMG_9164

Ketika hendak memasuki Saudi, perhatikan informasi “time to miqat”, untuk memulai berniat ihram

Suasana kedatangan di Jeddah. Cukup memakan waktu lama hingga naik bus ke Makkah (Menunggu antrian imigrasi, menemukan koper, mengunggu bus):

IMG_9167IMG_9169IMG_9170

IMG_9171

IMG_9179

Hadiah yang diberikan ke jamaah haji saat dalam perjalanan Jeddah-Makkah. Botol zamzam bisa disimpan untuk oleh-oleh

IMG_9203

Gelang yang selalu dikenakan selama haji

IMG_9187

Hotel Loloat Al-azhar. 5 menit jalan kaki ke Masjidil haram.

 

7. Selama di Makkah

 

Selama di Makkah sebelum rangkaian manasik haji dimulai, jamaah bisa melaksanakan ibadah umrah tamattu’ atau umrah sunnah. Jika ingin berumrah sunnah, bisa menggunakan taxi ke miqat (Masjid Aisha Tan’im) beramai-ramai agar lebih murah. Skill menawar sangat diperlukan, setidaknya bisa menggunakan bahasa isyarat jika tidak bisa menggunakan bahasa arab. Selain umrah, kegiatan lainnya adalah ziarat (paket ziarat MH atau pribadi), dan beribadah di masjid. Saat jam makan siang, bisa pulang ke hotel atau beli makanan di sekitar masjid agar tidak capek atau tidak bosan dengan menu hotel.

Menu makan siang dan malam yang disediakan oleh MH di hotel (varian menu terbatas):

IMG_9205IMG_9206IMG_9216

IMG_9675

Typical breakfast: Telur orak-arik, naan (tengah), semacam kue putu (merah)

Varian menu sangat terbatas. Untuk menu sarapan, biasanya toast, biscuit, dan naan. Hindari minuman dingin agar terhindar dari batuk dan pilek. Jika bosan dengan menu tersebut, bisa ke grapari di zamzam tower:

IMG_9289IMG_9287IMG_9291IMG_9521IMG_9523

IMG_0080

Menu jamaah Indonesia yang sangat ingin saya cicipi 😀

IMG_9198

Lampu hijau area Sa’i. Tampak jamaah menggunakan atribut agar mudah dikenali

IMG_9290

Lobby hotel. Bisa digunakan untuk koordinasi dengan jamaah lainnya.

8. Prosesi Haji

  • Pada tanggal 8 Zulhijjah sore, jamaah bersiap-siap di lobby hotel untuk diberangkatkan ke Mina. Menunggu kedatangan bus juga cukup lama.
  • Sesampai di Mina, Jamaah meletakkan barang dan mempersiapkan barang secukupnya untuk dibawa ke arafah dan bermalam di muzdalifah.
  • Tanggal 9 Zulhijjah pagi, jamaah menunggu bus untuk diberangkatkan ke Arafah.
  • Di Arafah jamaah disediakan tenda ber-AC.
  • Sore hari setelah magrib, jamaah diberangkatkan dengan bus ke Muzdalifah. Menunggu bus makan waktu cukup lama hingga menjelang subuh.
  • Di Muzdalifah, jamaah mengumpulkan batu untuk jamarat kemudian istirahat.
  • Setelah subuh, jamaah berangkat menuju tempat jamarat dengan berjalan kaki (bisa mampir tenda di mina dahulu). Menunggu bus akan memakan waktu cukup lama.
  • Setelah jamarat, jamaah kembali ke tenda di mina, tahallul, dan melepas baju ihram.
  • Esok harinya (10 Zulhijjah), jamaah berangkat ke masjidil haram untuk tawaf dan sa’i dengan berjalan kaki cukup jauh kemudian baru bisa menemukan bus yang bisa ditumpangi. Setelah tawaf, bisa mampir hotel untuk bersih diri, kemudian menuju tempat jamarat dengan taxi. Pastikan jamarat masih di waktu ashar dan belum magrib. Kemudian istirahat di tenda di Mina
  • Keesokan harinya, jamaah meninggalkan tenda di Mina menuju jamarat kemudian dilanjutkan ke Masjidil haram
IMG_9292

Gelang tenda di Mina

IMG_9294

Suasana di Mina. Penting untuk save location di HP jika lupa lokasi tenda

Suasana di tenda Mina dan menu sarapan

IMG_9300IMG_9302

Menu makan siang dan malam:

IMG_9306IMG_9309IMG_9483

Suasana di Arafah

IMG_9346IMG_9349IMG_9356IMG_9400IMG_9401

Suasana menunggu bus ke Muzdalifah:

IMG_9403IMG_9405

Suasana di Muzdalifah:

IMG_9409IMG_9410IMG_9411

Perjalanan Muzdalifah-Mina:

IMG_9414IMG_9420

Menuju jamarat:

IMG_9430IMG_9435

Di Jamarat (3rd floor). Semakin atas lantai jamarat, semakin sepi:

IMG_9442IMG_9445

Perjalanan kembali ke Masjidil Haram dari Mina:

IMG_9451

IMG_9513IMG_9515

Jika ada kawan yang sakit, antar ke kantor kesehatan haji Indonesia (KKIH):

IMG_9552

IMG_9553IMG_9555IMG_9556IMG_9558

Meninggalkan Makkah menuju Madinah:

IMG_9577

Suasana di depan Masjidil Haram setelah tawaf wada’

IMG_9588

Jamaah shalat di depan hotel karena menunggu bus ke Madinah yang datangnya tak pasti

Perjalanan Makkah-Madinah:

IMG_9593IMG_9597

IMG_9598

Saat berhenti di kantor haji Eropa, Australia, Turki. Bisa untuk sholat ashar jika belum

IMG_9601

IMG_9607

Hadiah yang diberikan kepada jamaah saat bus berhenti di check point

IMG_9612IMG_9615

IMG_9620

Hotel Diyaar Al Salam. Lokasi di luar gate 8 masjid Nabawi

9. Selama di Madinah

Kegiatan jamaah haji di Madinah antara lain beribadah di masjid, ziarat, dan belanja oleh-oleh. Berbeda dengan Masjidil haram yang dibuka 24 jam, Masjid Nabawi ditutup dari pukul 22.00 hingga menjelang subuh. Hanya bagian inti masjid saja yang dibuka saat jam tersebut (Rawdah).

IMG_9621

Masjid Nabawi di malam hari

IMG_9623

Rumah/Makam Rasullullah dan khalifah

Selama di Madinah, menu yang disajikan di hotel masih sama dengan menu yang disajikan di Makkah. Oleh karena itu, jika bosan dengan menu tersebut, bisa mencari alternatif di restoran Indonesia yang bernama Al Qarat yang letaknya di dekat gate 18 kalau tidak salah.

IMG_9674

Suasana di Al Qarat:

IMG_9637IMG_9636

IMG_9632IMG_9746

IMG_9631IMG_9634

IMG_9749

Minuman andalan Indonesia: Es teh dan es jeruk

List destinasi ziarat:

  • Masjid Quba
  • Masjid Qiblatain
  • Uhud
  • Kebun kurma
IMG_9657

Maqam Baqi’

IMG_9698

Masjid Qiblatain

IMG_9708

Masjid Quba

IMG_9713

Tempat beli oleh-oleh kurma, cokelat, dan jajalan lainnya

IMG_9722

Uhud

IMG_9716

Di dalam bus saat ziarat

 

Pada malam terakhir di Madinah, kawan saya mengajak untuk menikmati malam di pasar ikan (سوق السمك). Di sini terdapat berbagai hidangan ikan dan kambing bakar. Menu spesialnya adalah kepala kambing.

IMG_9759IMG_9763

 

IMG_9778

Berbelanja oleh-oleh di sekitar masjid Nabawi

IMG_9801

Tempat duduk bagi yang membutuhkan

 

Rawdah:

IMG_9953IMG_9954

IMG_9955

Dispenser zamzam yang banyak ditemui di Masjid Nabawi dan Al Haram

 

 

IMG_9966

Subuh terakhir sebelum pulang

 

 

 

10. Perjalanan Madinah – Jeddah – Muscat – Manchester

Perjalanan pulang relatif lebih praktis daripada berangkat karena kondisi yang sudah tidak berihram, namun barang bawaan lebih banyak. Di bandara jamaah dapat mengambil 5 liter zamzam secara cuma-cuma (5 riyal untuk kemasan). Jamaah juga diberi hadiah mushaf saat sudah di dalam airport (jika stok masih ada).

Suasana menjelang pulang:

 

IMG_0066

Menunggu bus ke Jeddah

 

img_0107.jpgIMG_0108

IMG_0111

Box zamzam

 

Mushaf hadiah:

IMG_0113img_0115.jpg

IMG_0203

Arrived in Manchester

 

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on October 19, 2017 in Life Story, Uncategorized

 

Tags: , , ,

3 responses to “Catatan Perjalanan Haji dari Inggris

  1. amychanweb

    November 23, 2017 at 9:18 am

    Assalamu’alaikum.
    Mas, mw nanya dong…
    Klo utk prempuan mesti harus punya mahram dulu ya? (Haji)

     
    • Ahmad Syihan Auzani

      December 4, 2017 at 3:11 pm

      Yg penting ada surat mahram. Pengalaman kemarin, teman-teman yg belum punya mahram pakai mahram pengganti yang sebetulnya bukan mahramnya.

       
      • amychanweb

        January 13, 2018 at 10:13 pm

        Okedeh mas, thnk you infonya😊

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: