RSS

Tahapan Kegiatan Pengembangan Panas Bumi

18 Aug

Image

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia baru sekitar 1 GWe dari potensi 28 GWe. Jumlah ini masih tertinggal dari negara tetangga kita Filipina yang telah memiliki 2 GWe panas bumi dari potensi 6 GWe. Pemerintah menargetkan produksi listrik panas bumi pada tahun  2025 mencapai 9500 MW. Untuk mencapai target tersebut, eksplorasi panas bumi di berbagai wilayah harus dilakukan. Namun, eksplorasi panas bumi ini mengalami hambatan  pada masalah investasi.  Eksplorasi panas bumi memerlukan biaya yang tentunya tidak sedikit, seperti eksplorasi minyak bumi, namun energi panas bumi dijual jauh lebih murah sehingga tidak banyak investor yang melakukan investasi di bisnis energi panas bumi.

Di Indonesia, tahapan kegiatan pengembangan panas bumi diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Kegiatan operasional panas bumi terdiri dari survei, eksplorasi, studi kelayakan, eksploitasi, dan pemanfaatan. Menurut (Wards S.H dkk, 1982), tahapan eksplorasi panas bumi beserta biayanya adalah sebagai berikut :

  • Tahap Studi Literatur yang meliputi pengumpulan daya sekunder, analisa foto udara, studi geomorfologi, geologi regional, geomagnet regional dan laporan geologi lainnya yang berkaitan. Kegiatan ini diperlukan dana 20.000 dolar AS.
  • Tahap Studi Tinjau pada suatu areal yang luas yang ditentukan dari hasil studi literatur. Kegiatannya meliputi pengambilan contoh untuk analisa kimia dan isotop dari contoh air, pemetaan geologi pendahuluan dengan sekala tertentu, dan pengukuran gradient geothermal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menaksir temperatur dan kondisi geologi faktual di lapangan panas bumi. Tahap ini memerlukan biaya 90.000 dolar AS.
  • Tahap Pemetaan areal Prospek dengan sekala semi rinci pada areal terpilih yang mempunyai peluang besar untuk memperoleh sumber uap panas bumi dari hasil eksplorasi tahap sebelumnya. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan struktur geologi dengan tujuan mendapatkan data patahan dan areal reservoar panas bumi. Biaya yang diperlukan 15.000 dolar AS.
  • Penilaian areal prospek yang meliputi kegiatan pengukuran gradien geothermal dengan metoda pemboran dengan biaya 100.000 dolar AS, kegiatan pengamatan unsur kimia jarang, mineral ubahan dan pengukuran temperatur dengan biaya 25.000 dolar AS. Tujuannya memperoleh data geologi bawah permukaan.
  • Sistem modeling dengan kegiatan evalluasi data yang diperoleh sebelumnya sehingga dapat tersusun model panas bumi daerah prospek. Pekerjaan ini memerlukan dana 10.000 dolar AS.
  • Tahap Pembuatan Foto Udara Berwarna dengan sasaran membuat peta dasar rupa bumi (topografi). Tujuannya untuk membuat peta dasar yang akan digunakan untuk pemetaan geologi rinci dan kegiatan eksplorasi lainnya.
  • Tahap Deliniasi Areal Prospek yakni penggambaran areal prospek dengan kegiatan pemetaan geologi sekala rinci (1:6000) dan pengukuran tahan jenis (geolistrik) dan potensial diri. Biaya yang diperlukan mencapai 70.000 dolar AS.
  • Tahap Modelling, dengan menggunakan metode numerik dan komputerisasi dengan biaya 20.000 dolar AS.
  • Pemboran Uji dengan tujuan menguji hasil eksplorasi yang dilakukan sebelumnya dengan pemboran uji dengan kedalaman antara 500-800 m. Biaya yang diperlukan 240.000 dolar AS
  • Evaluasi pemboran dengan melakukan analisa isotop dengan tujuan perkiraan temperatur reservoar, sistem hidrotermal, perkiraan permeabilitas batuan inti bor dan serbuk pemboran, pengamatan mineral ubahan, litologi, logging geofisika. Biaya yang diperlukan mencapai 55.000 dolar AS.Penyelidikan struktur geologi dengan menggunakan metode sismik pantul dengan biaya antara 60.000 – 125.000 dolar AS. Pekerjaan ini dilakukan bila keyakinan penyelidikan sebelumnya masih diragukan.
  • Tahap Sistem Modeling dengan tujuan evaluasi data permukaan dan bawah permukaan yang diperoleh dari pemboran. Pekerjaan khusus ini memerlukan waktu 2 bulan dengan menyerahkan pekerjaan ke pihak ke-3 (konsultan ahli senior 2 orang) dengan biaya 40.000 dolar AS.
  • Pemboran Uji Produksi berdasarkan hasil evaluasi seluruh data yang diperoleh termasuk masukan dari konsultan. Biaya yang diperlukan 3.750.000 dolar AS untuk 3 sumur dengan total kedalaman 1.525 meter.
  • Uji Produksi terhadap hasil pemboran uji produksi dengan kegiatan melakukan analisa isotop, mineral ubahan dan logging dengan dana 35.000 dolar AS.
  • Tahap Modeling Reservoar dengan menggunakan perekayasaan reservoar dengan biaya 40.000 dolar AS.
  • Studi Kelayakan untuk pengembangan, kontruksi

Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa untuk setiap daerah prospek panas bumi diperlukan dana sekitar 4,5 juta dolar AS.

Selain sumur produksi panas bumi, diperlukan instalasi pembangkit tenaga uap seperti pada pembangkit listrik batu bara. Fungsinya adalah untuk mengonversi energi panas bumi yang dibawa uap untuk memutar turbin generator. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator selanjutnya akan didistribusikan konsumen. Beberapa komponen utama pembangkit panas bumi antara lain adalah:

  • Sumur dan pipeline. Uap diproduksi dari sumur produksi dan diinjeksikan kembali melalui sumur injeksi
  • Separator dan demister. Uap yang berasal dari sumur produksi sebelum masuk separator dan demister, diatur terlebih dahulu jumlah uap yang akan digunakan oleh control valve. Separator berfungsi untuk memisahkan uap dari moisture air. Separator yang digunakan berjenis cyclone dimana aliran uap diarahkan dan berputar menimbulkan gaya sentrifugal. Karena gaya buoyancy yang kecil maka uap akan naik keatas dan air terlempar ke dinding dan dibuang melalui drain. Demister berfungsi untuk memisahkan uap dari material padat. Uap dilewatkan pada kisi-kisi penampang yang sangat kecil sehingga material-material padat terjebak dan uap yang akan masuk kedalam turbin kering dan bersih.
  • Rock Muffler. Rock muffler merupakan bangunan yang terbuka dan terdiri dari batu-batuan yang berguna untuk meredam suara dari kebisingan uap. Sejumlah uap dibuang ke atmosfir saat unit tidak beroperasi atau pada saat penurunan beban. Rock muffler juga berfungsi untuk mengontrol uap yang akan dibuang. Pada saat unit tidak beroperasi (trip) uap yang berasal dari cluster seluruhnya akan dibuang ke rock muffler, akan terlihat uap dengan kapasitas yang besar terbuang.
  • Pompa. Pompa berfungsi untuk mengalirkan air.
  • Cooling tower. Cooling tower berfungsi sebagai penyedia sumber air pendingin untu k digunakan pada kondenser untuk mengkondensasi uap yang keluar dari turbin. Selain itu air di cooling tower juga berfungsi untuk mengalirkan air ke aux cooling water dan fire water. Sebagian besar air dari cooling tower disupply dari hotwell pump da aux cooling water. Apabila level pada cooling tower berkurang maka penambahan air akan dilakukan oleh Raw Water Facility. Selain itu, pada bagian atas dari cooling water terdapat fan yang salah satu fungsinya untuk menyemburkan hasil dari gas extraction.
  • Non Ccondensable Gas Removal. Adanya sejumlah gas dan udara yang tidak terkondensasi (NCG) akan mengurangi laju perpindahan panas. Pengurangan laju perpindahan panas antara uap bekas dan air pendingin akan menyebabkan penurunan vakum di dalam kondensor yang berarti mengurangi kemampuan kerjanya. Mengurangi dan membuang NCG dapat meningkatkan power output dari plant dan mengurangi capital cost dan biaya maintenance.
  • Water Treatment System. raw water akan masuk ke dalam 2 tank untuk diberi perlakuan khusus agar air dalam kondisi yang baik. Setelah mendapat perlakuan khusus maka air akan disimpan dalam wadah penampung. Wadah penampung ini akan menyalurkan air ke hotwell, chemical dosing (mengatur PH), untuk distribusi air (penggunaan sendiri ex: WC), dan komponen cooling water.
  • Chemical Dosing System. Sistem ini berfungsi untuk mengatur PH air yang akan di supply menuju raw water dan reinjeksi pump. PH yang diinginkan adalah berkisar dipoint 7 (keadaan normal). Pengaturan PH dilakukan dengan menggunakan zat basa kuat NaOH.
  • Kondenser. Berfungsi untuk mongkondensasi uap.
  • Turbin dan Generator. Berfungsi untuk mengonversi energi uap menjadi energi listrik.
  • Transformator. Transformator tenaga berfungsi untuk menaikkan (step-up) dan menurunkan (step down) tegangan. Tegangan output dari power plant yang akan di transmisi melalui jarak yang jauh harus di naikkan dahulu melalui transformator step-up. Dengan demikian pada daya yang konstan, tegangan di naikkan maka arus akan menjadi kecil, dalam hal ini dapat memperkecil kerugian tegangan.

Setelah pembangkit panas bumi siap diproduksi, energi listrik dapat dijual dengan harga yang disesuaikan dengan  investasi yang telah dikeluarkan. Namun, ada ketentuan untuk harga listrik per kWh sehingga investasi panas bumi ini dianggap kurang menguntungkan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan baru yang mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia

Referensi:

  • Ishlah, Teuku. Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi dalam Rangka Menuju 9500 MW pada Tahun 2025. Esdm.go.id
  • Sungkar, Ali. ANALISIS MATEMATIS DAN KOMPUTASI DALAM MEMPREDIKSI PEMBENTUKAN KONDENSAT PADA PIPA DOWNSTREAM DEMISTOR HINGGA OUTPUT TURBIN UNTUK OPTIMALISASI STEAM TRAP. 2012.
Advertisements
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: