RSS

Technopreneur Guest Lecture : Mr. Firman

23 Nov

Pada kesempatan kuliah teknopreneur 21 November 2012, Prof Raldi mendatangkan pembicara tamu yang merupakan rekanannya. Beliau adalah bapak Firman. Beliau merupakan alumni FTUI dari jurusan teknik elektro. Beliau lahir di Jakarta 26 Februari 1960. Beliau memperkenalkan diri dengan menampilkan riwayat hidupnya di depan kelas. Pengalaman beliau sudah tidak diragukan lagi. Beliau pernah berkarir di berbagai bidang seperti konsultan teknik, perbankan hingga saat ini menggeluti dunia bisnis dan menjadi seorang entrepreneur. Sebagai seorang entrepreneur, beliau terbilang luar biasa. Beliau merupakan direktur dari berbagai perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti pertambangan, manufaktur, dan masih banyak lagi. Beliau juga pernah menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi.
Pak Firman memulai materi kuliah dengan memotivasi kami bahwa hidup ini adalah pilihan dan setiap pilihan selalu ada resikonya. Oleh karena itu, kita harus berani mengambil pilihan. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai entrepreneur sebelum menjelaskan teknopreneur. Enterpreneur adalah seseorang yang mampu menciptakan bisnis. Enterpreneur sejati harus memiliki motivasi yang tinggi, karena tanpa motivasi entrepreneur tidak akan mampu bertahan dalam jatuh bangun membangun bisnisnya. Selain itu, entrepreneur juga harus memiliki keingintahuan yang tinggi agar selalu memperoleh informasi yang diperlukan. Enterpreneur juga harus jujur, karena tidak sedikit pengusaha yang bermain kotor dalam menjalankan bisnisnya. Basic skill dan kreativitas juga harus ada dalam diri seorang teknopreneur. Karena dalam menjalankan sebuah perusahaan, seseorang harus memiliki kemampuan dan kreativitas sangat diperlukan dalam membuat inovasi-inovasi produk dan teronosan bisnis. Seorang entrepreneur juga harus disiplin dan rajin agar selalu produktif. Salah satu hal yang sangat penting dalam dunia bisnis adalah komunikasi yang bagus. Tanpa ada komunikasi yang bagus, seorang entrepreneur akan kesulitan dalam mendapatkan bantuan dari rekan bisnisnya. Pak Firman sedikit mengkritisi masalah komunikasi di Fakultas Teknik. Menurut beliau, mahasiswa teknik hanya berkomunikasi di Teknik saja. Seharusnya mahasiswa teknik juga harus bergaul dengan mahasiswa lain di luar teknik. Hal ini sangat penting dalam membangun bisnis. Selain itu, ketika bergaul di kantor, sebaiknya kita membangun komunikasi dengan semua orang mulai dari office boy hingga pimpinan perusahaan. Hal ini sangat bermanfaat karena kita dapat memperoleh tambahan ilmu dari mereka. Seorang entrepreneur harus berani mengambil resiko. Karena tanpa keberanian mengambil resiko, sangat sulit bagi seseorang untuk mendapatkan peluang bisnis. Enterpreneur juga merupakan problem solver dan bersifat tangguh. Karena ketika merintis suatu usaha, seringkali mengalami jatuh dan bangun. Tanpa ketangguhan ini mustahil seorang entrepreneur mampu bangkit dari kejatuhan. Menurut Paul Stoltz, presiden dan CEO Peak Learning inc, typical manusia ada 3 macam, yaitu quitter, camper, dan climber. Orang yang berkarakter quitter tidak berani mengambil resiko dan memilih untuk mundur. Sedangkan orang yang berkarakter camper, akan berani menghadapi sebuah tantangan dan apabila dia telah menemukan suatu kepuasan, dia akan berhenti. Dan orang dengan karakter climber akan menghadapi tantangan hingga dia mampu menyelesaikannya. Tentunya seorang entrepreneur harus memiliki karakter climber, yaitu pantang menyerah dan tahan banting.
Setelah memotivasi para mahasiswa, pak Firman melanjutkan dengan materi wawasan berbisnis. Macroscope business antara lain adalah resources, activities, dan users. Jadi, inti dari bisnis adalah memanfaatkan suatu resources dan mengolahnya hingga sampai ke tangan user. Kegiatan bisnis ini bisa berupa apa saja. Mulai memberikan nilai tambah dari resources hingga menyampaikannya kepada users. Resources adalah sumber yang memiliki potensi untuk dibisniskan. Contoh dari resources antara lain adalah kekayaan alam, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Sedangkan aktivitas bisnis antara lain adalah searching, researching, exploring, adding value, developing, dan moving dari suatu resources. Sedangkan users merupakan konsumen dari aktivitas bisnis yang telah dilakukan seperti manusia, perusahaan, Negara, maupun sumber daya alam. Indonesia merupakan Negara dengan sumber daya alam dan manusia yang luar biasa. Indonesia memiliki wilayah yang luas, garis pantai, dan perairan yang luas. Selain itu, sumber daya manusia di Indonesia juga sangat besar, penduduknya sekitar 250 juta jiwa. Indonesia memiliki resources yang potensial seperti geografi, iklim, minyak, gas, tambang, maritime, hutan, pertanian, energy terbarukan, budaya, manusia. Resources ini harus di eksplorasi secara maksimal agar tidak diambil oleh pihak asing. Tetapi, dalam mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia, kita harus berpihak kepada rakyat. Jangan sampai hasil dari kekayaan alam Indonesia kita nikmati sendiri.
Setelah menjelaskan mengenai resources yang ada di Indonesia, pak Firman melanjutkan dengan materi tahapan memulai bisnis. Secara garis besar, tahapan bisnis adalah tahap kreasi, persiapan, dan eksekusi. Untuk memulai suatu bisnis, kita harus memiliki suatu ide. Kemudia dari ide ini kita lakukan riset, memperoleh informasi, koleksi data, analisa data, dan mendifinisika produk yang alkan dibuat. Termasuk juga resources dan usersnya. Selanjutnya, kita memasuki tahap persiapan. Kita harus menyiapkan modal bisnis, desain, studi kelayakan, proposal, dan administrasi. Setelah itu, kita masuk tahap perencanaan (business plan), yaitu meliputi perencanaan produksi, strategi, keuangan, penjualan dan marketing, system, dan organisasi. Setelah tahap planning selesai, kita masuk tahap pelaksanaan (executing). Tahap pelaksanaan ini meliputi menyiapkan modal, menjalankan system, mengontrol, dan menyelesaikan masalah yang timbul. Setelah tahap eksekusi dilaksanakan, maka tahap terakhir yang harus selalu dilakukan adalah melakukan evaluasi dan pengembangan. Evaluasi dan pengembangan ini sangat penting agar perusahaan kita menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan perusahaan lain.
Secara khusus, pak Firman menyampaikan mengenai capital sources atau sumber modal. Modal untuk memulai usaha dapat kita peroleh dari banyak pihak. Capital sources yang paling bagus adalah self financing. Self financing ini adalah dana dari kerabat. Sehingga kita tidak perlu membayar bunga ketika mengembalikannya. Selanjutnya adalah dari investor, yaitu dengan menawarkan ke pihak yang memiliki uang untuk memberi modal kepada kita. Kekurangan dari pendanaan dari investor adalah kita harus mengikuti apa yang dikatakan oleh pemilik modal. Yang terakhir adalah memperoleh mmodal dari pinjaman bank. Cara terakhir ini merupakan cara yang disarankan oleh Prof. Raldi karena kita tetap memegang kendali atas perusahaan kita. Masalah lain selain masalah pendanaan adalah masalah birokrasi. Menurut pak Firman, birokrasi di Indonesia ini merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Seringkali dalam membuat surat atau izin prosesnya dihambat dan kalau ingin cepat kita harus membayar lebih mahal. Solusi dari pak Fiman, kita harus menggunakan skill komunikasi kita. Kita dapat mencari kerabat kita yang dapat membantu menyelesaikan masalah birokrasi tersebut. Tentunya tidak dengan cara yang illegal. Terakhir, beliau berpesan dengan kembali memberikan motivasi kepada kami agar tetap semangat dan apabila memiliki pertanyaan beliau sangat senang menjawabnya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 23, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: