RSS

Belajar CFD

01 May

CFD atau computational fluid dynamics adalah sebuah software yang berguna untuk mensimulasikan aliran suatu fluida. Jadi dengan CFD kita dapat mengetahui bagaimana kondisi fluida ketika mengalir. CFD menganalisa aliran fluida dengan menggunakan metode numerik. Jadi, dengan persamaan diferensial momentum dan massa didapatkan perilaku fluida pada suatu aliran. Ada banyak sekali aplikasi CFD seperti ansys, solidwork, dll. Kelebihan menggunakan software CFD adalah mudah, praktis dan cepat. Persamaan diferensial diselesaikan dengan komputer dengan cepat sehingga kita tidak perlu menghitung dengan susah payah.

Setelah UTS saya mendapatkan kesempatan belajar salah satu software CFD di kelas mekanika fluida. Software CFD yang saya pakai untuk latihan adalah software CFD yang dibuat oleh Pak Ahmad Indra sendiri. Beliau adalah dosen mekanika fluida sekaligus pembimbing akademis saya. Software yang saya coba lumayan user friendly. Kita dapat memasukkan kondisi yang kita inginkan dengan menginput command yang tersedia. Lumayan susah di awal-awal. Tetapi setelah tiga sampai empat kali mencoba saya mulai terbiasa. Beruntung pada proses belajar kali ini saya tidak belajar sendiri alias otodidak. Ada asisten dari kelas CFD yang bersedia mengajari dengan sabar. Asistennya adalah kak Aji. Senior yang sering saya kunjungi kossannya. Jadi lumayan akrab buat ngobrol dan tanya-tanya sesuatu.

Kami kelompok 3 mencoba membuat sebuah simulasi fluida sederhana. Yaitu sebuah pipa yang mengalami pengecilan diameter. Langkah awal adah mengatur input pada alo memori. Selanjutnya kami mengatur jumlah sel yang akan dipakai. Setelaah itu kita mengatur karakteristik fluida seperti viskositas, dan lain sebagainya. Karena masih coba-coba kita memilih menggunakan fluida default dengan menekan enter. Setelah itu kita memblok sel sehingga terbentuk batas pipa. Proses memblok ini akan sangat susah apabila menggunakan sel yang banyak. Semakin banyak sel yang dipakai maka hasil simulasi akan semakin teliti. Setelah terbentuk batas, kita menentukan input dan output aliran. Pada gambar diatas, inputnya di sisi kanan menuju output di sisi kiri. Setelah itu, kami mengatur besar kecepatan aliran fluida masuk pada setting input. Setelah itu dilakukan iterasi. Proses iterasi ini harus valid, apabila belum valid maka proses iterasi harus dilanjutkan hingga konvergen. Setelah selesai diiterasi, kita dapat melihat hasil simulasi berupa kontur, vektor, dan lain sebagainya. Gambar di atas adalah contoh hasil berupa vektor. Dapat kita ketahui pada gambar tersebut tedapat perbedaan warna dan arah panah. Perbedaan warna menunjukkan perbedaan kecepatan yang dijelaskan pada sisi kiri gambar. Kemudian arah panah menunjukkan arah kecepatan pada titik tersebut.

Dengan menggunakan software CFD kita dapat mengetahui perkiraan aliran fluida dengan mudah. Akan tetapi hasil perkiraan software CFD tidak 100 persen benar. Karena masih banyak faktor yang mempengaruhi aliran fluida pada kondisi yang sebenarnya. Tetapi software CFD sangat membantu untuk memberikan gambaran awal suatu aliran fluida.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: